Bab II data & analisa 1 Sumber Data




Дата канвертавання27.04.2016
Памер69.77 Kb.




BAB II

DATA & ANALISA

2.1 Sumber Data

Sumber data dan informasi untuk mendukung Tugas Akhir ini diperoleh dari beberapa sumber, antara lain :


2.1.1 Media cetak dan Website

Data yang diambil berasal dari buku cerita rakyat dan referensi yang

telah diterbitkan dan situs - situs di internet.
2.1.2 Survey dan Wawancara

Data yang diperoleh dari hasil wawancara tokoh dan survey dari beberapa masyarakat.



2.2. Data Umum tentang Animasi

Animasi adalah tayangan gambar sequence 2D maupun 3D yang disusun sedemikian rupa untuk menghasilkan sebuah ilusi gerak. Efek yang dihasilkan adalah sebuah ilusi dari pergerakan berdasarkan gambaran yang tertangkap oleh penglihatan, dan dapat dibuat serta didemonstrasikan dengan berbagai macam cara. Cara yang paling sering untuk menampilkan sebuah animasi adalah melalui layar lebar ataupun video, walaupun masih ada cara lainnya. Dunia animasi berakar dari dunia gambar, yang kemudian gambar tersebut dibuat dan disusun sedemikian rupa sehingga menjadi terlihat hidup sehingga memiliki makna visual (desain komunikasi visual).



2.2.1 Sejarah Animasi
Animasi sebenarnya telah ada sejak zaman dahulu kala. Jauh sebelum adanya animasi modern seperti saat ini, nenek moyang kita telah mengenal yang namanya animasi. Walaupun perwujudannya tidaklah menyerupai seperti animasi pada saat ini, tetapi itu memberikan gambaran kepada kita tentang cikal bakal animasi.

Sekitar tahun 1834 munculah permainan Zoetrope, dimana alat ini berbentuk tabung, berukuran pendek, ditiap sisinya terdapat lubang yang berfungsi untuk mengintip, dan dibagian dalamnya terdapat rangkaian gambar yang membentuk sebuah gerakan. Dibawah alat ini terdapat penopang yang berfungsi sebagai poros.



Gambar.1 Zoetrope


sebelumnya Zoetrope terkenal pada awal-awal animasi modern, kemudian munculah Phenakistoscope, dimana alat ini mempunyai sistem kerja seperti halnya Zoetrope, namun secara bentuk alat ini lebih sederhana. Pada tahun 1868 munculah Flip book dan ditemukan oleh John Barnes Linnet. Flip book merupakan salah satu penemuan dunia animasi yang membawa kita lebih dekat ke animasi modern.

Gambar.2 Flip book

Sepuluh tahun kemudian setelah film hidup maju dengan pesatnya di akhir abad ke-19. Di tahun 1908, Emile Cohl pemula dari Perancis membuat film animasi sederhana berupa figure batang korek api. Rangkaian gambar-gambar blabar hitam (black line) dibuat di atas lembaran putih, dipotret dengan film negative sehingga yang terlihat figure menjadi putih dan latar belakang menjadi hitam.

Sedangkan di Amerika Serikat, Winsor McCay membuat film animasi “Gertie the Dinosaur” pada tahun 1909. Figure digambar blabar hitam dengan latar belakang putih. Menyusul di tahun-tahun berikutnya para animator Amerika mulai mengembangkan teknik film animasi di sekitar tahun 1913 sampai pada awal tahun 1920-an. Max Fleischer mengembangkan “KO KO The Clown” dan Pat Sullivan membuat “Felix The Cat”. Rangkaian gambargambar dibuat sesederhana mungkin, dimana figure digambar blabar hitam atau bayangan hitam bersatu dengan latar belakang blabar dasar hitam atau dibuat sebaliknya. McCay membuat rumusan film dengan perhitungan waktu, 16 kali gambar dalam tiap detik gerakan. Flescher dan Sullivan telah memanfaatkan teknik animasi cell, yaitu lembaran tembus padnang dari bahan seluloid (Cellucoid) yang disebut “cell”. Pemula lainnya di Jerman, Lotte Reineger di tahun 1919 mengembangkan film animasi bayangan, dan Bertosch dan Perancis, di tahun 1930 membuat percobaan film animasi potongan dengan figure yang berasal dari potongan-potongan kayu. Gamba berikut adalah tokoh “Gertie The Dinosaurs”, dan “Felix The Cat”.


2.2.2 Animasi di Indonesia

Animasi di Indonesia bukanlah suatu hal yang asing, perkembangan animasi di Indonesia bisa dibilang cukup pesat, ini terbukti dengan adanya forum animasi Indonesia (Ainaki) dan website Indonesian CG Community (IndoCG), tetapi ada beberapa hal yang berpotensi menghalangi perkembangan animasi di Indonesia seperti kurangnya dukungan dari pemerintah untuk animasi di Indonesia, banyak yang salah menanggapi bahwa animasi itu untuk anak-anak, namun pada kenyataannya animasi itu tidak hanya untuk anak-anak saja. Dua film Animasi Indonesia yang dibuat oleh Studio Kasatmata dan Infinite Frameworks yaitu berjudul Homeland dan Sing to the dawn.



Gambar.3 Homeland Gambar.4 Sing to the Dawn




2.3 Data Umum tentang Borneo

Gambar .5 Hutan Borneo



http://rainforests.mongabay.com/

Kalimantan, adalah pulau terbesar ketiga di dunia yang terletak di sebelah utara Pulau Jawa dan di sebelah barat Pulau Sulawesi. Pulau Kalimantan dibagi menjadi wilayah Brunei, Indonesia (dua per tiga) dan Malaysia (sepertiga). Pulau Kalimantan terkenal dengan julukan "Pulau Seribu Sungai" karena banyaknya sungai yang mengalir di pulau ini.

Pada zaman dahulu, Borneo (yang berasal dari nama kesultanan Brunei) adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda untuk menyebut pulau ini secara keseluruhan, sedangkan Kalimantan adalah nama yang digunakan oleh penduduk kawasan timur pulau ini yang sekarang termasuk wilayah Indonesia.Wilayah utara pulau ini (Sabah, Brunei, Sarawak) dahulu dalam bahasa Indonesia disebut dengan Kalimantan Utara, tetapi dalam pengertian sekarang Kalimantan Utara adalah Kalimantan Timur bagian utara.

Dalam arti luas "Kalimantan" meliputi seluruh pulau yang juga disebut dengan Borneo, sedangkan dalam arti sempit Kalimantan hanya mengacu pada wilayah Indonesia.Kalimantan memiliki hutan yang lebat. Namun, wilayah hutan itu semakin berkurang akibat maraknya aksi penebangan pohon.

Hutan Kalimantan ialah habitat alami bagi hewan orang utan, gajah borneo, badak borneo, landak, rusa, tapir dan beberapa spesies yang terancam punah. Karena kekayaan alamnya, wilayah Kalimantan Indonesia merupakan salah satu dari enam koridor ekonomi yang dicanangkan pemerintah Republik Indonesia dimana Kalimantan ditetapkan sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil tambang dan lumbung energi nasional di Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang hanya 5,6% persen dari total penduduk nasional RI, Kalimantan-Indonesia memberi kontribusi sebesar 9,3% terhadap PDB nasional RI yang dihasilkan dari kekayaan alamnya. Sementara daerah lain, porsi sumbangannya terhadap PDB nasional hampir sama atau kurang dari porsi prosentase jumlah penduduknya terhadap nasional.

Porsi investasi di Kalimantan terhadap total investasi nasional RI yang hanya 0,6%. Hal ini amat kontras dengan porsi investasi yang tertanam di Jawa yang besarnya mencapai 72,3% dari total investasi secara nasional. Ini jelas mengisyaratkan bahwa Kalimantan adalah daerah yang terancam tidak berkembang secara ekonomi karena sebagian besar pendapatan yang dihasilkan di daerah ini dibawa ke pulau Jawa. Kalimantan kaya dengan barang tambang diantaranya intan.
2.4 Data Umum Mengenai Penebangan liar

Gambar.6 Penebang liar



http://hamzahsy.blogspot.com

Penebangan liar (illegal logging) adalah kegiatan penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari otoritas setempat.

Walaupun angka penebangan liar yang pasti sulit didapatkan karena aktivitasnya yang tidak sah, beberapa sumber tepercaya mengindikasikan bahwa lebih dari setengah semua kegiatan penebangan liar di dunia terjadi di wilayah-wilayah daerah aliran sungai Amazon, Afrika Tengah, Asia Tenggara, Rusia dan beberapa negara-negara Balkan.

Fakta penebanganliar:

2.4.1 Dunia

Sebuah studi kerjasama antara Britania Raya dengan Indonesia pada 1998 mengindikasikan bahwa sekitar 40% dari seluruh kegiatan penebangan adalah liar, dengan nilai mencapai 365 juta dolar AS

Studi yang lebih baru membandingkan penebangan sah dengan konsumsi domestik ditambah dengan elspor mengindikasikan bahwa 88% dari seluruh kegiatan penebangan adalah merupakan penebangan liar.

Malaysia merupakan tempat transit utama dari produk kayu ilegal dari Indonesia.


2.4.2 Amerika

Di Brasil, 80% dari penebangan di Amazon melanggar ketentuan pemerintah. Korupsi menjadi pusat dari seluruh kegiatan penebangan ilegal tersebut.

Produk kayu di Brasil sering diistilahkan dengan "emas hijau" dikarenakan harganya yang mahal (Kayu mahogani berharga 1.600 dolar AS per meter kubiknya).

Mahogani ilegal membuka jalan bagi penebangan liar untuk spesies yang lain dan untuk eksploitasi yang lebih luas di Amazon



2.4.3 Dampak penebangan liar

Data yang dikeluarkan Bank Dunia menunjukkan bahwa sejak tahun 1985-1997 Indonesia telah kehilangan hutan sekitar 1,5 juta hektare setiap tahun dan diperkirakan sekitar 20 juta hutan produksi yang tersisa. Penebangan liar berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan kayu di pasar internasional, besarnya kapasitas terpasang industri kayu dalam negeri, konsumsi lokal, lemahnya penegakan hukum, dan pemutihan kayu yang terjadi di luar kawasan tebangan.

Berdasarkan hasil analisis FWI dan GFW dalam kurun waktu 50 tahun, luas tutupan hutan Indonesia mengalami penurunan sekitar 40% dari total tutupan hutan di seluruh Indonesia. Dan sebagian besar, kerusakan hutan (deforestasi) di Indonesia akibat dari sistem politik dan ekonomi yang menganggap sumber daya hutan sebagai sumber pendapatan dan bisa dieksploitasi untuk kepentingan politik serta keuntungan pribadi.

Menurut data Departemen Kehutanan tahun 2006, luas hutan yang rusak dan tidak dapat berfungsi optimal telah mencapai 59,6 juta hektar dari 120,35 juta hektare kawasan hutan di Indonesia, dengan laju deforestasi dalam lima tahun terakhir mencapai 2,83 juta hektare per tahun. Bila keadaan seperti ini dipertahankan, dimana Sumatera dan Kalimantan sudah kehilangan hutannya, maka hutan di Sulawesi dan Papua akan mengalami hal yang sama. Menurut analisis World Bank, hutan di Sulawesi diperkirakan akan hilang tahun 2010.

Praktek penebangan liar dan eksploitasi hutan yang tidak mengindahkan kelestarian, mengakibatkan kehancuran sumber daya hutan yang tidak ternilai harganya, kehancuran kehidupan masyarakat dan kehilangan kayu senilai US$ 5 milyar, diantaranya berupa pendapatan negara kurang lebih US$1.4 milyar setiap tahun. Kerugian tersebut belum menghitung hilangnya nilai keanekaragaman hayati serta jasa-jasa lingkungan yang dapat dihasilkan dari sumber daya hutan.

Penelitian Greenpeace mencatat tingkat kerusakan hutan di Indonesia mencapai angka 3,8 juta hektare pertahun, yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas illegal logging atau penebangan liar (Johnston, 2004). Sedangkan data Badan Penelitian Departemen Kehutanan menunjukan angka Rp. 83 milyar perhari sebagai kerugian finansial akibat penebangan liar (Antara, 2004).



Buku “Masa Depan Hutan Indonesia” karya Suhardi Alius

2.5 Data umum tentang Kura-kura

Gambar.7 Kura-kura 1



http://www.easttimorzoo.org/animals/

Kura-kura dan penyu adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk golongan reptil. Bangsa hewan yang disebut (ordo) Testudinata (atau Chelonians) ini khas dan mudah dikenali dengan adanya ‘rumah’ atau batok (bony shell) yang keras dan kaku.

Batok kura-kura ini terdiri dari dua bagian. Bagian atas yang menutupi punggung disebut karapas (carapace) dan bagian bawah (ventral, perut) disebut plastron. Kemudian setiap bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis luar umumnya berupa sisik-sisik besar dan keras, dan tersusun seperti genting; sementara lapis bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung. Perkecualian terdapat pada kelompok labi-labi (Trionychoidea) dan jenis penyu belimbing, yang lapis luarnya tiada bersisik dan digantikan lapisan kulit di bagian luar tempurung tulangnya.

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal tiga kelompok hewan yang termasuk bangsa ini, ialah penyu (sea turtles), labi-labi atau bulus (freshwater turtles), dan kura-kura (tortoises). Dalam bahasa Inggris, dibedakan lagi antara kura-kura darat (land tortoises) dan kura-kura air tawar (freshwater tortoises atau terrapins).

Kura-kura darat di Indonesia biasa hidup di daerah hutan basah, kura-kura darat bersifat Herbivora dan makanannya adalah tumbuhan serta buah-buahan yang jatuh, sedangkan kura-kura air hidupnya sebagian besar di air namun Ia pergi ke daratan untuk berjemur dan bertelur, kura-kura air bersifat Karnivora, makanannya ikan atau hewan kecil apapun yang bisa Ia tangkap. Kebanyakan orang awam tidak mengetahui perbedaan kedua jenis kura-kura ini, yang mereka ketahui hanyalah kura-kura merupakan hewan yang lamban, pada kenyataannya kura-kura yang lamban hanyalah kura-kura darat, karena mereka memiliki tempurung (carapace) yang berat dan kaki yang besar untuk menopangnya, umur merekapun sangat panjang bisa mencapai ratusan tahun. Lain halnya dengan kura-kura darat, kura-kura air memiliki tempurung yang pipih, dan kaki yang berselaput, mereka mampu berenang cepat di air, dan lumayan lincah jika berjalan di darat. kura-kura air juga sudah diberikan kemampuan berburu untuk menangkap makanannya, tidak seperti kura-kura darat yang hanya tinggal membuka mulutnya untuk memakan tumbuhan.

Kura-kura tidak hidup secara berkelompok, mereka individualis yang ketika bertelur meninggalkannya dan membiarkan anak-anaknya menggunakan instingnya untuk memulai hidup sendiri tanpa penjagaan induknya. Indonesia sendiri memiliki hampir 10 jenis kura-kura endemik yang persebarannya hanya dapat ditemui di pulau-pulau di Indonesia seperti Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Irian, dan Papua. Dan sebagian diantaranya telah memasuki tahap kelangkaan, karena banyaknya penangkapan hewan ini untuk dijual, apakah untuk sekedar menu konsumsi, ataupun yang dipercaya sebagai obat-obatan, terutama pada Negara seperti Cina.

www.wikipedia.org/turtles

2.5.1 Data umum tentang kura-kura di Indonesia

Indonesia adalah Negara kepulauan yang memiliki begitu banyak keanekaragaman hayati baik flora, fauna maupun kebudayaan. Dari segi fauna, ada beberapa hewan khas Indonesia, seperti Kancil, Anoa, Harimau Sumatra, dan Komodo yang sekarang sedang naik daun, ada beberapa hewan yang kurang disorot, salah satunya adalah reptil bernama kura-kura, mereka adalah hewan berkaki empat yang sangat unik dengan ciri khas memiliki tempurung, yang bisa digunakan untuk melindungi kepala dan kakinya yang bisa ditarik kedalam. Berikut beberapa kura-kura yang persebarannya hanya dapat ditemui di daerah Indonesia dan sekitarnya;


2.5.1.1. Kura-kura Callagur (callagur borneoensis)

Berasal dari Kalimantan



Gambar.8 Kura-kura 2

Kura-kura cantik ini menjadi ciri khas di Borneo, Ia memiliki ciri yaitu kepala berwarna putih dengan corak merah di dahi, serta tempurung putih dan bercorak garis-garis hitam, keberadaannya kini sudah sangat langka, karena terjadinya pengrusakan habitatnya di hutan Borneo, namun pihak luar negeri sudah membuat konservasi untuk melestarikan spesies ini dari kepunahan.
2.5.1.2. Kura-kura Dada Merah (Emydura Subglobosa)

Berasal dari Papua

Gambar.9 Kura-kura 3



Pihak perlindungan hewan Australia telah membuat surat yang menyatakan hewan yang memiliki ciri plastron berwarna merah, tempurung berwarna coklat dan kepala memiliki corak kuning ini masuk ke dalam tahap yang sudah membahayakan dan sudah harus dilindungi.

2.5.1.3. Kura-kura Hidung Babi (Carettochelys insculpta)

Berasal dari Papua



Gambar.10 Kura-kura 4

Jenis ini memiliki wajah paling imut dan memiliki ciri khas yang berbeda dari kura-kura air tawar lain, Ia memiliki kaki mirip dayung seperti penyu laut, dan hidung yang menyerupai babi, warnanya abu-abu dan Ia adalah perenang yang anggun. Keberadaannya sudah masuk daftar dilindungi dan illegal untuk diperjualbelikan.
2.5.1.4. Kura-kura Batok (Cuora Amboinensis)

Berasal dari Ambon

Gambar.11 Kura-kura 5


Kura-kura ini belum masuk kategori dilindungi, namun jenisnya terus diburu untuk dijual, diexport dan dijadikan obat, kebanyakan di Cina. Cirinya adalah kepala berwarna hitam dengan corak garis kuning cerah, tempurungnya dapat menutup sempurna sehingga bisa melindungi sepenuhnya.

2.5.1.5. Kura-kura Forsteni (Indotestudo Forstenii)

Berasal dari Sulawesi

Gambar.12 Kura-kura 6


Kura-kura darat ini memiliki ciri seluruh badan berwarna kuning dan terdapat corak corak hitam, Ia hidup di hutan hujan, lebih menyukai tempat lembab dibanding panas matahari.
2.5.1.6. Kura-kura Pipi Putih (Siebenrockiella Crassicollis)

Berasal dari Sumatera

Gambar.13 Kura-kura 7


Jenis ini memiliki tubuh berwarna hitam legam, dan hanya memiliki corak putih di sekitar kepala, Ia mudah dijumpai dan dipelihara, ciri lainnya adalah bentuk mulutnya seperti sedang tersenyum.

2.5.1.7. Kura-kura Leher Panjang (Chelodina Siebenrocki)

Berasal dari Papua

Gambar.14 Kura-kura 8

Ia termasuk kura-kura yang tidak dapat memasukkan kepalanya, karena panjang maka Ia hanya dapat melipat lehernya ke bawah tempurung. Jenis ini merupakan karnivora hebat yang dapat menyergap mangsanya seperti ular yang mematuk.

2.5.2 Kura-kura dan Manusia

Kura-kura secara tradisional merupakan hewan yang akrab dengan manusia. Mitologi Hindu menyebutkan bahwa bumi ini disangga oleh empat ekor kura-kura. Demikian pula, kisah kuno Adiparwa menceritakan bahwa kura-kura raksasa berperan penting menyangga gunung, yang diputar dan digunakan untuk mengaduk lautan, dalam mencari tirta amerta –air kehidupan.

Labi-labi juga menjadi hewan yang disucikan, sehingga kerap dipelihara di kolam-kolam kuil Hindu atau tempat suci lainnya. Karena itu, lukisan kura-kura kadang-kadang muncul pada relief candi atau makam.

Pada sisi yang lain, daging kura-kura dan penyu telah sejak lama dikenal sebagai makanan yang lezat. Beribu-ribu ekor labi-labi, kura-kura dan penyu, terutama penyu hijau, berakhir hidupnya setiap tahun di dapur restoran. Demikian pula nasib telur-telurnya, banyak yang akhirnya menjadi santapan manusia.

Sejenis penyu, yakni penyu sisik (Eretmochelys imbricata), diburu orang untuk diambil sisiknya yang indah sebagai bahan perhiasan. Bersama penyu sisik, beberapa jenis penyu yang lain juga kerap dibunuh dan dikeringkan (diopset) untuk dijadikan hiasan dinding.

Dari semua bangsa kura-kura, hanya penyu yang telah dilindungi dengan cukup baik di Indonesia. Hampir semua jenisnya telah dilindungi oleh undang-undang. Banyak pantai peneluran penyu yang telah dimasukkan ke dalam kawasan yang dilindungi, seperti misalnya Pantai Sukamade di Jawa Timur dan Pantai Jamursba-Medi di Papua. Meski demikian, penangkapan penyu dan pengambilan telurnya masih juga berlangsung secara ilegal dan sulit dihentikan.



www.wikipedia.org/kura-kura

2.6 Data Umum tentang Judul

Judul animasi ini menggunakan Nama hutan Kalimantan itu sendiri : "Borneo" yang bertujuan : membuat simple dari judul dan menjelaskan secara keseluruhan setting cerita. Dan sub Judul “Rise of the Turtles” yang bertujuan

Memberikan sedikit spoiler dari cerita ataupun penokohan didalam film ini.

2.7 Cerita Borneo

Referensi Inti dari cerita yang saya ambil berasal dari sebuah film karya James Cameron yang terkenal di tahun 2009, yaitu



AVATAR

Gambar.15 Avatar

Dalam film ini, dikisahkan di masa depan ada sekelompok manusia yang mempunyai tujuan mengambil kekayaan alam berupa mineral tambang yang ada di planet lain bernama Pandora. karena di Bumi barang ini berharga sangat mahal, maka pihak pebisnis berusaha berbagai bermacam cara untuk mengambilnya. Diceritakan bahwa di planet ini manusia telah membangun fasilitas besar-besaran, salah satunya untuk bernegosiasi dengan penduduk asli planet ini yang bernama suku Na’vi. Para peneliti mencoba mempelajari tingkah laku dan segala macam tentang suku ini dengan cara membaur dengan menggunakan ‘Avatar’ yang wujudnya serupa dengan suku Na’vi. Namun seiring berjalannya waktu, seorang prajurit yang menjadi seorang Avatar menemukan sisi-sisi lain dalam kehidupan suku Na’vi, ia menemukan fakta bahwa mereka tidaklah boleh diganggu kehidupannya oleh manusia dan ia pun merasa disini seperti rumahnya sendiri. Akhirnya ia memutuskan untuk berkhianat dan melawan kembali pihak manusia yang mengirimnya dulu sebagai pejuang suku Na’vi. Kemudian terciptalah perang kolosal antara tentara manusia yang menggunakan peralatan canggih, melawan suku Na’vi yang hanya menggunakan peralatan konvensional seperti panah

dan tombak. Biarpun peperangan ini berat sebelah, namun alam mendukung yang kemudian membawa kemenangan bagi suku Na’vi. Manusia yang semena-mena pun dapat diusir dari planet Pandora, dan hanya beberapa yang memutuskan untuk tinggal.



2.7.1 Pengembangan Cerita

Dalam serial Animasi ini, penulis akan mengangkat tema perang kolosal karena terjadinya perusakan oleh manusia dan penghuni asli yang berusaha mempertahankan tempatnya. seperti berdasarkan cerita dalam film AVATAR, dan dari keseluruhan cerita akan menitik beratkan pada kehidupan sehari-hari para kura-kura penghuni hutan Borneo yang telah dicerdaskan oleh serum yang berasal dari seorang ilmuwan Jepang. Dan penulis akan menambah bumbu-bumbu berupa konflik yang terjadi pada setiap episode, sehingga cerita menjadi selalu menarik untuk ditonton. Salah satu konflik yang terjadi adalah pengkhianatan salah satu karakter pendukung, yang menyebabkan kematian salah satu karakter perempuan yang akhirnya menimbulkan kerusakan pada kubu kura-kura, yang akhirnya bisa diatasi bersama dan berjuang bersama kembali.


2.7.2 Referensi untuk pengembangan cerita

Film Rise of the Planet of the Apes (2011)





Gambar.16 Planet of the Apes

Disini saya mengambil bagian dari cerita bahwa ada seseorang yang bekerja untuk sebuah institusi farmasi, yang menciptakan sebuah serum untuk diteskan kepada simpanse, yang ternyata berefek meningkatkan tingkat kecerdasan yang sangat luar biasa, di sini saya mengambil jenis serum yang kurang lebih serupa, dan bisa meningkatkan kecerdasan pada reptil selayaknya kepada primata seperti simpanse.



2.8 Referensi Film

Beberapa film animasi yang berasal dari studio-studio ternama yang memiliki konsep serupa, yaitu yang menceritakan sekelompok hewan satu spesies yang bertualang, ada yang berinteraksi maupun tidak berinteraksi dengan manusia, menjadi referensi dari pembuatan serial The Borneo ini, berikut beberapa film itu



2.8.1 TMNT (2007)

Gambar.17 TMNT

Lumrahnya semua kalangan pasti mengetahui keempat ekor kura-kura yang bermutasi karena terkena cairan limbah dan memiliki kemampuan seperti Ninja karena dilatih oleh guru mereka seekor tikus yang juga telah termutasi, karena mulai dari komik hingga film serinya serta film layar lebarnya telah muncul sejak lama dari tahun 90-an hingga yang terbaru nanti pada tahun 2012. Pemakaian dan konsep pembuatan karakter dalam The Borneo memang agak banyak mengambil dari film ini, karena hewan yang digunakan sama-sama kura-kura dan sama-sama memiliki perubahan fisik maupun kecerdasan baik dikarenakan mutasi ataupun karena diberikan kecerdasan buatan. Bedanya karakter kura-kura dalam TMNT tidak begitu menonjol dari segi fisik karena mereka hanya dibedakan dari warna perlengkapan dan senjatanya, dibandingkan dalam The Borneo yang masing-masing karakternya memiliki ciri khas dari fisiknya yang membuatnya mudah dikenali, yang tentunya mengambil unsur dari fisik kura-kura yang sebenarnya dan tidak mengalami perubahan terlalu banyak selain dari postur yang dibuat lebih humani

2.8.2 Legend of the Guardians (2010)

Gambar.18 Legend of Guardians

Menceritakan tentang keseluruhan kehidupan para burung hantu yang tinggal di hutan, anak-anak burung hantu diculik untuk dijadikan budak dalam mengumpulkan kekuatan untuk para burung hantu jahat yang hendak memperluas kekuasaan, dan terjadi pertarungan sengit oleh para Guardians dan petualangan para burung hantu muda yang berusaha bertahan hidup.

2.8.3 RIO (2011)

Gambar.19 RIO

Petualangan Blu sang burung Macaw yang tidak bisa terbang, yang dari hewan peliharaan menjadi hidup di alamnya di Rio de Janeiro, Brazil. Menceritakan tentang sekelompok burung-burung yang bertualang yang menyelamatkan diri dari para penjahat yang hendak menjual mereka.

2.9 Target

Target Primer :

Target primer animasi tentang Borneo ini di tujukan terutama kepada Remaja Pria dan Wanita berumur 17 sampai dengan 23 tahun yang menyukai film animasi, action, dan Adventure. Dikarenakan melihat suksesnya film AVATAR, dan karena remaja saat ini kurang memiliki rasa ingin tahu akan isu yang sedang terjadi di Negeri ini, maka dengan penyampaian yang berbeda mudah-mudahan bisa membawa pencerahan bagi pemirsanya selain darimana tujuan utamanya adalah untuk hiburan.
Target Sekunder :

Target sekunder Pria dan Wanita usia 24 sampai 30 tahun dengan Yang menyukai film animasi ,action, dan adventure, dan selalu mengikuti perkembangan film. Dan menjadi hiburan untuk orang-orang dengan suguhan animasi dari Indonesia yang baru.


2.10 Analisis SWOT

Strength

Kekuatan serial ini terletak pada kualitas animasi dan implementasi prinsip - prinsip cinematography, sehingga memungkinkan produk ini bisa dinikmati baik secara visual maupun penceritaan. Dengan isu yang sesuai dengan keadaan sebenarnya, diharapkan cerita ini bukan hanya menjadi hiburan semata namun menjadi sumber informasi untuk semua pihak yang menontonnya.



Weakness

Kelemahan pada Serial Animasi ini terletak pada keterbatasan jangkauan anak - anak dibawah umur, karena serial ini mengandung unsur fighting dan bersenjata maka di butuhkannya bimbingan orang tua.


Opportunity

3D Animasi di Indonesia masih tergolong sedikit, Animasi tentang cerita seperti ini menurut saya memiliki peluang yang cukup besar. Dari segi action dan ceritanya yang memiliki ketegangan. Para Remaja saat ini tidak dapat dipengaruhi dengan tontonan yang monoton, harus dengan memberikan looks yang menarik serta alur cerita yang tidak membosankan.




Threats
Faktor Pendukung:

  • Animasi di Indonesia masih dalam tahap berkembang, sehingga peluang untuk berhasil masih cukup besar.

  • Tema perjuangan yang terkandung dalam film ini dapat memberikan inspirasi pada kalangan remaja, karena di dukung oleh karakter - karakter fantasi yang menarik

Faktor Penghambat:



  • Keterbatasan waktu yang mungkin bisa membuat serial animasi Borneo Rise of the Turtles ini tidak bisa

mencapai tingkat detil yang diharapkan.

  • Kepercayaan para remaja akan film animasi Indonesia sehingga di cap tidak menarik sejak awal.



2.11 Hasil Survey
Berdasarkan hasil survey yang penulis dapat mengenai serial ini, masyarakat terutama remaja langsung antusias jika mendengar kata AVATAR, jika visualisasi dan detail yang diharapkan sesuai, maka masyarakat tertarik untuk menonton.




База данных защищена авторским правом ©shkola.of.by 2016
звярнуцца да адміністрацыі

    Галоўная старонка