A r a h Pemilik Lahan Luas Lahan



Дата26.04.2016
Памер22.83 Kb.
#34503
TAJUR IRIT
STATUS LAHAN DI SEKITARNYA

A r a h

Pemilik Lahan

Luas Lahan

Status Tanah

Utara










Timur










Selatan










Barat









RIWAYAT TANAH TAJUR IRIT



Lokasi Lahan

Desa Runtu Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah

Nama Sebutan Lahan

Tajur Irit

Tahun membuka lahan hingga penggarapan

Di perkirakan pada tahun 1894 - 1900

Yang membuka lokasi

Mustafa (alm), ayah dari H. Mustamer ( Alm )


Sejarah penggarapan

Tajur : daratan yang menjorok ke arah ayap / rawa

Irit : nama jenis rotan
Di perkirakan di buka Tahun 1890-an

Mustafa [ayah dari H. Mustamer] mulai membuka berladang di lokasi Tajur irik


H. Mustamer Bin Mustafa dilahirkan di Desa Runtu pada tahun 1872 (berdasarkan berita acara eks rhomusa jepang – yayasan Sunan Kalijaga, Lumajang) Kecamatan Arut Selatan Kotawaringin Barat. Pada usia remaja H. Mustamer giat membantu kedua orang tuanya untuk berladang diusia 22 tahun atau di perkirakan pada tahun 1894. . Beliau bersama orang tua membuka lahan dan berladang dengan menanam padi yang kemudian dijadikan kebun buah. Lokasi tajur Irit ini terletak tidak jauh dari desa Runtu.
Awal membuka pertama H. Mustamer membuka lahan untuk berladang di Tajur Irit seluas ± 5 hektar atau sekitar 3 kambut bibit padi atau tugalan. Dengan hitungan dalam 1 kambut = 10 gantang. Diperkirakan dalam 6 gantang bibit padi menghasilkan ± 1 hektar lokasi lahan.
1 gantang ; 5 patan (setengah batok pohon kelapa)

1 kaleng ; 5 gantang

1 kambut ; 10 gantang ; 2 kaleng ; ± 20 kg

1 koyan ; 1000 gantang (200 kaleng)
Dalam usaha berladang ini dengan sistem sosial / tradisional yaitu barinjam atau gotong royong dan saling bergantian di lokasi ladang warga lainnya. Dalam barinjam orang yang terlibat dalam berladang berkisar antara 10 – 20 orang bahkan lebih
Berdasarkan adat dan sosial di masyarakat Runtu status tanah bagi yang membuka lokasi perladangan pertama maka secara mutlak menjadi pemilik lokasi lahan.
Aktivitas berladang dan menanam padi dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya selama selama ± 5 tahun dan di perkirakan seluas ± 25 hektar. Sudah tradisi warga setelah selesai berladang lokasi lahan dijadikan kebun campuran seperti seperti durian, nangka, rambutan, cempedak, langsat, paken, mangga, asam, tarutongan, mentawa, karet, ulin dll.
Lokasi di Tajur Irit setelah menjadi kebun campuran selalu dirawat dan dijaga dengan mengambil hasil buah buahan. Pada tahun 1900-an H. Mustamer mulai membuka lokasi lahan baru untuik berladang di daeraj Jorong yang masih satu hamparan dengan Tajur Irit
Diceritakan oleh Syahridan Bin H. mustamer




RIWAYAT TANAH TAJUR IRIT

Lokasi Lahan

Desa Runtu Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah

Nama Sebutan Lahan

Jorong

Tahun membuka lahan hingga penggarapan

Di perkirakan pada tahun 1901 - 1903

Yang membuka lokasi

Mustafa (alm), ayah dari H. Mustamer ( Alm )


Sejarah penggarapan

Jorong ; lumbung padi
Jorong adalah lokasi lanjutan yang di garap oleh H Mustamer setelah 5 tahun berladang di tajur Irit yang lokasinya tidak berjauhan dengan lokasi tersebut. Jorong dipilih oleh H. Mustamer selain tidak jauh dari tempat tinggal juga dekat dengan kebun yang pertama sehingga dalam pengawasan di Tajur Irit lebih mudah
Di lokasi Jorong ini H. Mustamer berladang sekitar 1 tahun dengan membuka luas lahan ± 4 hektar atau ± 3 kambut atau 30 gantang. H. Mustamer membuka ladang di jorong seluas ± 4 ha dan lokasi ini dijadikan oleh beliau khusus untuk menanam durian dan buah. Dijorong H. Mustamer membuka lahan dan berladang bersama dengan ke empat orang anaknya yaitu Napi, Muhammad Sa’i, Irham, Hj. Tauran selama ± 5 tahun beliau berladang.
Jorong atau masyarakat runtu menyebut adalah kampong Jorong yang mana di lokasi ini dulunya merupakan dukuh berladang dan banyak terdapat pohon durian
Kampong buah atau kampong durian yang ada di Jorong dalam pengeloalan dan pelihraan dilimpahkan penggarapannya kepada cucunya yang bernama Mulyadi (Emoi) dengan memberikan ganti rugi penanaman sebesar Rp. 500.000,00 ( Lima Ratus Ribu Rupiah) untuk tambahan H.Mustamer dalam rangka berangkat Haji ke Tanah Suci Makkah pada tahun ….., setelah 1 tahun menggarap di Jorong H. Mustamer membuka lahan baru di Natai Kawa yang sampai saat ini masih terawat dengan adanya pohon buah-buahan.
Diceritakan oleh Hj Tauran dan Syahridan Bin H. Mustamer




Поделитесь с Вашими друзьями:




База данных защищена авторским правом ©shkola.of.by 2022
звярнуцца да адміністрацыі

    Галоўная старонка